Kemendes PDTT RI Apresiasi Gelaran Bursa Inovasi Desa Kabupaten Malang

Kemendes PDTT RI Apresiasi Gelaran Bursa Inovasi Desa Kabupaten Malang

10 Agu 2019, 13.00
Foto : Pembukaan BID cluster 3 dipendopo kab malang
MALANGSATU.ID - Gelaran Bursa Inovasi Desa (BID) 2019 Kabupaten Malang mendapat apresiasi dari kementrian Desa, hal ini terlihat dari model pengorganisasia dan inovasi produksi yang ada di Kabupaten Malang.

BID tahun 2019 ini dilaksanakan berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini pelaksanaan BID di bagi menjadi beberapa cluster, dengan model ini BID 2019 Kabupaten Malang tetap membuat berbagai kalangan mengacungkan jempol dan memberikan apresiasinya.
Baca juga :


Dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI yang hadir, Konsultan Nasional-PID Kemendes PDTT, Lendy Wahyu Wibowo, memberikan apresiasi tinggi atas digelarnya BID di Cluster 3 yang diikuti oleh 10 kecamatan di Kabupaten Malang.

Lendy menyatakan, bahwa kekuatan Kabupaten Malang dalam BID ada dalam pengorganisasian pelaku dan keberanian memproduksi inovasi.

"Kabupaten Malang memiliki kelebihan dalam BID dalam pengorganisasian pelaku. Dari tingkat desa sampai kecamatan secara kelembagaan," ujarnya, Sabtu 10/08/2019.

Lendy menambahkan, selain sumber daya manusia (SDM) yang dianggap unggul, kelebihan lain Kabupaten Malang dalam program inovasi desa (PID) adalah keberanian memproduksi berbagai inovasi yang ada di seluruh desa.
Foto : Sambutan dari perwakilan kemendes PDTT RI, Lendy Wahyu Wibowo
"Kabupaten Malang memiliki keberanian untuk menampilkan narasi inovasi. Ini kelebihan yang dimiliki Malang sampai saat ini," ujarnya.

Bursa Inovasi Desa Cluster 3 tahun 2019 yang digelar di Pendapa Kabupaten Malang, Kepanjen, diikuti oleh 10 kecamatan. Yakni, Kalipare, Sumberpucung, Kromengan, Kepanjen, Wonosari, Ngajum, Pakisaji, Pagak, Gondanglegi, dan Donomulyo.

Dengan peserta sekitar 379 orang dari perwakilan seluruh desa di 10 kecamatan.

Dalam BID cluster 3 ditampilkan sekitar 70 inovasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Malang, ratusan peserta dari desa nantinya akan saling bertukar pengalaman baik dalam inovasi desa. Serta melakukan belanja inovasi yang diusung dalam BID untuk dilakukan replikasi di berbagai desa sesuai dengan potensi yang ada. Dimana inovasi desa digolongkan menjadi tiga ranah, yaitu terkait sumber daya manusia, infrastruktur dan ekonomi.

Lebih lanjut, Lendy mengatakan, puluhan inovasi yang diproduksi oleh desa dan ditampilkan dalam BID Cluster 3 Kabupaten Malang, sangat variatif dan tentunya inovatif.

"Kekuatan Kabupaten Malang adalah pengorganisasian kelembagaannya sangat baik. Serta pelaku punya kepercayaan diri tinggi menampilkan narasi inovasi," ujarnya.

Lendy berharap bahwa Kabupaten Malang akan jadi barometer inovasi di tingkat nasional.

Sementara itu, Abdul Basyit, SE, panitia pelaksana BID cluster 3 tahun 2019 mengatakan bahwa pelaksanaan BID 2019 sebagai upaya untuk terus meningkatkan inovasi yang ada di desa.

"Harapannya desa terus berinovasi, untuk kesejahteraan masyarakat", ujarnya

Basyit yang salah satu pendamping desa di kecamata Pagak menambahkan, bahwa dengan adanya dana desa, sangat membantu percepatan pembangunan di desa.

"Dana desa sangat berpengaruh pada percepatan dan inovasi pembangunan desa, kita berharap pemerintah terus meningkatkannya", pungkasnya.  (*)

TerPopuler