Terpilih Jadi Venue AHL 2019, Pujon Kidul Percontohan Nasional

Terpilih Jadi Venue AHL 2019, Pujon Kidul Percontohan Nasional

7 Agu 2019, 23.30
Foyo : cafe sawah pujon kidul
MALANGSATU.ID - Cafe Sawah Desa Pujon Kidul Kabupaten Malang membuat banyak orang terkagum-kagum dan membuat penasaran para Kepala daerah maupun perwakilan kabupaten dan kota dari seluruh  Indonesia yang akan mengikuti gelaran AHL 2019.

Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) menggelar Advocacy Horizontal Learning (AHL) 2019, yang bertempat di Desa Wisata Pujon Kidul. Ada 90 kepala daerah atau perwakilannya hadir dalam kegiatan ini.
Baca juga :


Ketua AKKOPSI, Dr. H. Syarif Fasha, ketika mengikuti gala dinner di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu 7/8/2019 malam, mengaku penasaran dengan Desa Wisata Pujon Kidul.

"Saya sudah mendengar nama Desa  Wisata Pujon Kidul. Nama Pujon Kidul sudah terkenal. Namun baru besok (kamis) bisa datang ke sana," ujarnya.

Fasha, mengatakan bahwa bisa berkunjung ke Desa Wisata Pujon Kidul merupakan kesempatan untuk bisa belajar tentang pengelolaan dan pengembangan wilayah mulai dari tingkat bawah. Perkembangan  desa tersebut dinilai sangat pesat. Hal itulah yang menjadikan alasan AKKOPSI menggelar AHL tahun 2019 di wilayah Kabupaten Malang.

"Pertimbangan kami memilih wilayah Kabupaten Malang karena di sini istimewa. Ada kombinasi antara sanitasi dan pariwisata," ujarnya.

Fasha mengatakan, AHL tidak sekadar momen para kepala daerah berkumpul, namun juga menjadi tempat sharing. Masing-masing anggota AKKOPSI yang hadir, akan memaparkan keberhasilan ataupun permasalahan sanitasi di daerahnya.

"Dengan adanya sharing ini, diharapkan seluruh daerah dapat menyelesaikan sanitasi di daerahnya masing-masing", harapnya.

Sementara iyu, Direktur Eksekutif Seknas AKKOPSI, Capt. Josrizal Zain, SE, MM mengatakan, terpilihnya Kabupaten Malang sebagai tempat digelarnya kegiatan tersebut karena memiliki sanitasi yang baik. Salah satu indikatornya yakni adanya pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat.

"Sanitasi tidak hanya saluran air. Tapi juga pengelolaan limbah dan pengelolaan sampah. Kabupaten Malang memiliki pengelolaan sampah terpadu yang dikelola masyarakat. Hal ini tidak hanya menghasilkan energi, tapi juga rupiah  yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat," jelasnya

Josrizal Zain menyampaikan, saat ini Kabupaten Malang  mampu mengkombinasikan antara sanitasi dan pariwisata, antara pariwisata dan sanitasi merupakan dua hal yang saling mendukung.

"Sebagus-bagusnya tempat wisata, tidak akan dikunjungi jika sanitasinya tidak bagus," tambahnya.

Jos berharap AHL 2019 dimanfaatkan peserta dengan baik untuk belajar dan sharing.

"Besok juga ada forum untuk sharing. Peserta bisa memperhatikan dengan baik, keberhasilan daerah lain terhadap sanitasi dapat diterapkan didaerahnya," ujarnya

Dengan adanya kegiatan ini, targetnya adalah masalah sanitasi di Indonesia betul-betul terselesaikan. Apalagi hasil sharing AHL akan dibawa ke pemerintah pusat. (*)


TerPopuler