Plt Bupati Malang Akan Kembangkan Pertanian Pertanian Modern Ala Ponpest Alhuda Wajak

Plt Bupati Malang Akan Kembangkan Pertanian Pertanian Modern Ala Ponpest Alhuda Wajak

9 Sep 2019, 14.00
Foto : plt Bupati Malang saat ikut memanen digreen house ponpest alhuda wajak
MALANGSATU.ID - Plt. Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM menggelar kunjungan ke Pondok Pesantren Al Huda, Desa Patokpicis Kecamatan Wajak, Senin 9/9/2019 siang.

Kunjungan tersebut dalam rangka untuk melihat langsung dan memanen buah melon hidroponik yang dikembangkan dalam green house Ponpest Al Huda.
Melon Korea yang mirip pepaya ini dipasarkan ke luar negeri dengan harga fantastis mencapai Rp 30 ribu per kilogram.

Plt Bupati Malang, HM Sanusi, ikut memanen buah melon yang didampingi oleh H. Tajoell Arifin selaku Kepala Yayasan Pondok Pesantren Al Huda.

Plt Bupati Malang, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang akan ikut berujicoba dan mengembangkan dengan mengusung teknologi dan konsep tanam yang sama.

''Ini merupakan bentuk terobosan dan inovasi Kabupaten Malang dalam bidang pertanian budidaya buah melon. Nanti pertanian di Kabupaten Malang menggunakan model dan konsepnya bisa mencontoh yang sudah dikembangkan di Pondok Pesantren Al Huda," ujarnya.

Abah Sanusi menambahkan, langkah pengembangan tanaman hidroponik di dalam green house ponpest al huda ini memang membutuhkan dana yang cukup besar, namun ketika pelaksanaan juga akan menghasilkan pendapatan besar.

Abah Sanusi menilai, langkah perawatan dan cara bertanamnya lebih muda dan tidak memerlukan pupuk kimia seperti pestisida. Tanaman organik ini menjadi incaran dunia.

"Pemkab Malang akan membuat green house di Desa Jeru, Kecamatan Tumpang. Petani dalam binaan Pemerintah Kabupaten Malang akan berinovasi dengan bertanam seperti ini", ujaarnya

''Jika merasa sudah cocok dan untung, maka para petani ini akan dilepas untuk membuka usaha atau bertanam sendiri", tambahnya

Plt Bupati Malang, mengatakan pengembangan ini akan dikerjasamakan dengan pihak Universitas Brawijaya. Harapannya ada perubahan di petani Kabupaten Malang, dan menjadi lebih bergairah karena cara bertaninya sudah modern.

"Tidak banyak tenaga kerja, melainkan hasilnya besar. Ke depan, kita terus cari, dengan biaya sedikit, namun hasil pendapatannya besar," ungkapnya

Plt Bupati menambahkan bahwa pengembangan budidaya buah melon milik Gus Tajoel ini sudah berjalan satu tahun, dan sudah empat kali periode tanam.

''Sudah di uji coba dan dikembangkan, serta teknologi itu kita adopsi", ujarnya

Lebih lanjut, Abah sanusi, menyampaikan bahwa nantinya petani akan didiklat selama setahun, ujiboba nanti tidak terpaku dengan tanaman melon saja, melainkan tanaman lainnya.

"Dengan hidroponik atau modern ini akan mengurangi biaya dan kebutuhan bahan kimia," pungkasnya. (*)

TerPopuler