Di Desa Palaan, Mahasiswa Unira Malang Gagas Rumah Pintar Ramah Anak

Di Desa Palaan, Mahasiswa Unira Malang Gagas Rumah Pintar Ramah Anak

11 Feb 2020, 13.30
Foto : proses pembelajaran dirumah pintar yang digagas mahasiswa unira malang
MALANGSATU.ID - Desa Palaan menjadi salah satu Desa yang menjadi tempat pengbaduan masyarakat bagi mahasuswa Unira Malang yang sedang melkasanakn KKN-T, bidang pendidikan menjadi prioritas dalam program KKN-T kali ini, dengan menggagas Rumah Pintar bagi anak-anak di Desa Palaan Kecamatan Ngajum.

 Rumah pintar ini diinisiasi oleh Mahasiswa Unira Malang yang sementara bertempat di rumah Ibu Nurul yang beralamatkan di Jalan Jambu.


Koordinator Rumah Pintar, Maliatul Wahidah, mengatakan bahwa Rumah Pintar yang ini menjadi pusat bimbingan belajar siswa TK hingga SD yang mulai dijalankan sejak Selasa, 04/02/2020.

"Tentunya, melalui gagasan ini dapat mempermudah akses belajar bagi anak-anak di Desa Palaan khususnya siswa binaan Rumah Pintar", ujarnya, Senin 10/2/2020.

Maliatul Wahidah mengatakan, gagasan dan inisiatif Rumah Pintar dilatra belakangi karena  masih sulitnya akses bimbingan belajar diluar sekolah.

"Disini masih sulit mengakses bimbingan belajar diluar sekolah. Belum adanya bimbel di desa membuat teman-teman tidak bisa memaksimalkan belajar diluar sekolah", jelasnya.

Koordinator Rumah Pintar, Maliatul Wahidah, menjelaskan, tingginya minat anak-anak sekitar, bahkan sebelum program bimbel diadakan menunjukkan eksistensi keberadan bimbel ini sangat dibutuhkan.

"Bukan hanya siswa, respon orang tua juga sangat baik, respon orang tua disini juga baik. Orang tua sangat senang dengan keberadaan rumah pintar ini.” tandasnya.

Lebih lanjut, malia menambahkan bahwa pelaksanaan bimbel dirumah ointar ini dilakukan pafa sore hari.


"Terkait pelaksanaan bimbel ini sendiri, dilaksanakan sore hari pada hari minggu, selasa, dan jumat. Jadi tidak setiap hari. Teknis pelaksanaannya dilakukan secara klasikal. Karena tidak hanya siswa kelas satu saja, dan ada banyak siswa dari berbagai jenjang kelas yang mengikuti, maka pembelajarannya dikelompokkan sesuai kelasnya beserta kakak pendamping dari mahasiswa Unira Malang", ujarnya.

Malia menyamoaikan bahwa dengan keberadaan Rumah Pintar ini bukan hanya menyasar kegiatan belajar Saja, Tapi, sebagai upaya mewujudkan pemahaman akan pentingnya teknologi di dunia pendidikan.

"Hal ini Nampak dari proses pelaksanaan belajar yang mengintegrasikan dengan penggunaan teknologi informasi sebagai alat belajar", ujarnya.

Menurut Malia bahwa Rumah Pintar ini juga membuka layanan konseling bagi siswa yang ingin melakukan konsultasi belajar maupun konsultasi lainnya.

"Ini dilakukan demi mewujudkan pendidikan ramah anak", pungkasnya. (*)

TerPopuler