Undang Tokoh Dan Ormas, Kemenko Polhukam RI Gelar Diskusi Kebangsaan di Malang

Undang Tokoh Dan Ormas, Kemenko Polhukam RI Gelar Diskusi Kebangsaan di Malang

13 Feb 2020, 14.30
Foto : Diskusi kebangsaan mengko piknik am di malang
MALANGSATU.ID - Diskusi yang dikemas dalam Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Memperteguh Kebhinekaan dengan mengusung tema Merajut Kebangsaan dalam Rangka Memperkokoh Persatuan Bangsa digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, Keamanan (Kemenko Polhukam) RI di Hotel Atria, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis 13/2/2020.

Pada acara tersebut, hadir sebagai pembicara utama Deputi VI Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam Ir. Arief P. Moekiyat, M.T, Pangdivif 2 Kostrad) Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.AP, M.Si, M.Tr (Han), Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Zainuddin, dan undangan unsur tokoh lainnya.

Ir. Arief P. Moekiyat, M.T, menjelaskan ancaman intoleransi di Indonesia adalah nyata. Meskipun berada di level dan konteks yang berbeda-beda.

Arief mengatakan bahwa Demokrasi di Indonesia, sudah terbuka dan memberi ruang pada perbedaan pendapat. Tujuannya salah satunya adalah untuk menyegarkan semangat masyarakat dalam berbangsa.

"Perbedaan itu jangan jadi benih yang bisa memecah belah persatuan kita. Harus solid," ujarnya.

Arief menyebut, bahwa saat ini dibutuhkan masyarakat yang berlaku toleran dan ramah kepada masyarakat lainnya. Hal itu penting untuk dirajut kembali sesuai dengan tema diskusi ini.

"Kami mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak lelah mencintai tanah air," ujarnya.

Lebih lanjut, Arief mengatakan bahwa selain intoleransi, soal radikalisme dan politik identitas juga menjadi pembahasan dalam forum tersebut.

pada kesempatan itu, ada empat narasumber dari berbagai latar belakang. Mereka adalah Abdul Zamil (Kemenag RI), Brigjen Pol Ir Hamli ME (Direktur Pencegahan BNPT), Prof Dr Marjono (Direktur Pascasarjana Universitas Brawijaya), dan Dr H Sukardi (Akademisi Universitas Merdeka).

Diskusi Kebangsaan oleh Kemenko Polhukam RI ini dihadiri 300 orang dari unsur jajaran Forkompinda Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, tokoh agama, mahasiswa, dan ormas. (*)

TerPopuler